Mata pelajaran Bahasa Inggris di kelas 4 Kurikulum Merdeka memiliki pendekatan yang lebih kontekstual dan menyenangkan. Soal-soal yang diberikan pun dirancang untuk mengukur kemampuan dasar siswa tanpa tekanan berlebihan.
Bagi orang tua dan guru, memahami pola soal ini sangat membantu dalam proses belajar. Artikel ini akan membahas lima jenis soal bahasa Inggris kelas 4 Kurikulum Merdeka yang paling sering muncul.
1. Soal Vocabulary dengan Gambar
Jenis soal pertama adalah pilihan kosakata sederhana yang didukung ilustrasi. Siswa diminta mencocokkan kata dengan gambar yang sesuai.
Misalnya, soal menampilkan gambar apel lalu siswa memilih kata ‘apple’ dari tiga opsi. Cara ini efektif membangun asosiasi antara kata dan benda nyata.
Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran bermakna, sehingga soal vocabulary tidak hanya menghafal. Gambar membantu siswa memahami konteks tanpa perlu terjemahan langsung ke bahasa Indonesia.
2. Soal Grammar Dasar (Simple Present Tense)
Di kelas 4, siswa mulai dikenalkan dengan Simple Present Tense secara sangat sederhana. Soal grammar biasanya berupa melengkapi kalimat dengan kata kerja yang tepat.
Contoh soal: ‘She ___ (eat) an apple every day.’ Pilihan jawaban: eat, eats, eating. Soal seperti ini menguji pemahaman subjek dan verb agreement.
Guru biasanya memberikan kalimat pendek dengan kata kerja sehari-hari. Soal grammar tidak boleh terlalu rumit agar siswa tidak frustrasi.
3. Soal Reading Comprehension Sederhana
soal membaca pemahaman berupa teks pendek 3-5 kalimat tentang topik familier seperti hewan atau keluarga. Setelah membaca, siswa menjawab 2-3 pertanyaan sederhana.
Pertanyaan biasanya berupa ‘What is the color of the cat?’ atau ‘How many people are there?’ Teks ditulis dengan kosa kata yang sudah dipelajari sebelumnya.

Kemampuan membaca pemahaman ini penting untuk membangun literasi awal. Soal reading comprehension juga melatih siswa mencari informasi spesifik dalam teks.
4. Soal Menjodohkan (Matching)
Soal menjodohkan sering digunakan untuk menguji pemahaman pasangan kata, seperti lawan kata, sinonim, atau gambar dengan kata. Formatnya efisien dan mudah dinilai.
Contoh: siswa harus menjodohkan kata ‘hot’ dengan ‘cold’ atau ‘big’ dengan ‘small’. Soal ini melatih kemampuan asosiasi dan kategorisasi.
Kurikulum Merdeka mendorong variasi bentuk penilaian, dan menjodohkan termasuk yang paling disukai anak-anak. Waktu pengerjaannya pun relatif singkat.
5. Soal Menulis Kalimat Sederhana
Soal menulis biasanya meminta siswa membuat 1-2 kalimat berdasarkan petunjuk, seperti ‘Write a sentence about your favorite animal.’ Siswa bebas menulis dengan kreativitas sendiri.
Penilaian tidak fokus pada tata bahasa sempurna, melainkan pada keberanian mengekspresikan ide. Guru memberikan umpan balik positif agar siswa percaya diri.
Menulis kalimat sederhana juga melatih struktur kalimat dasar subjek-predikat-objek. Soal ini menjadi jembatan untuk kemampuan menulis yang lebih kompleks di kelas atas.
Kesimpulan
Lima jenis soal di atas merupakan representasi dari pendekatan Kurikulum Merdeka yang berpusat pada siswa. Soal vocabulary, grammar, reading, matching, dan writing dirancang secara bertahap.
Orang tua dan guru dapat menggunakan contoh-contoh ini sebagai acuan latihan di rumah. Dengan latihan teratur, siswa akan lebih siap menghadapi asesmen formatif dan sumatif.
Ingatlah bahwa tujuan utama soal bahasa Inggris kelas 4 Kurikulum Merdeka bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memotivasi belajar. Semoga artikel ini bermanfaat bagi proses pembelajaran putra-putri Anda.
